17 Okt 2017

ABM Himbau Penggunaan LPG Non Subsidi 5,5 Kg Kepada ASN

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menghadiri  sosialisasi  Sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan PT Pertamina (persero) dalam penggunaan LPG Bright Gas bagi Aparatur Sipil Negara yang berlangsung di Ruang Auditorium, Lantai 4, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa 17 Oktober 2017 . Acara tersebut turut hadir Domestic Gas Region manager VII Isfahani, Kadis ESDM Amri Eka Sakti, Asisten I Nur Alam Tahir, Asisten II, Jamil barambangi dan Asisten III, Djamila , Pimpinan dan Staf OPD Lingkup Sulbar, Kepala Badan/kantor instansi Vertikal, Kepala Perwakilan Kementerian Pertanahan dan Ka Bin Daerah Provinsi Sulbar .
Pada sambutan Gubernur Sulbar, menyampaikan presiasi dan penghargaan kepada PT Pertamina Persero yang telah memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Sulbar untuk memperkenalkan penggunaan elpiji Non Subsidi 5,5 Kg kepada ASN Lingkup Sulbar dan keluarga mampu lainnya. Pasalnya saat ini Gas Elpiji 3 Kg diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah, Tutur ABM.
Lanjut disampaikan bahwa yang kita lakukan saat ini adalah untuk menekan beban pemerintah dalam subsidi elpiji karena selama ini masih banyak ditemukan pemakaian elpiji 3Kg yang tidak tetap sasaran termasuk penggunaan dikalangan ASN. Diketahui bahwa anggaran subsidi elpiji 3 Kg pada tahun 2017 telah mencapai 30 Triliun dan tentunya ini menjadi beban pemerintah yang seharusnya dapat digunakan untuk program produktif seperti pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
"Pemerintah Sulbar tentunya mendukung sepenuhnya penggunaan non subsidi LPG 5,5 kg kepada ASN> Hal ini dengan dikeluarkannya surat ederan Gubernur Sulbar Nomor 009.5/829/Set tanggal 10 April 2017 yang menghimbau kepada seluruh ASN di Lingkup Pemerintah Sulbar. kemajuan pembangunan bidang ekonomi akan membutuhkan energi yang tidak sedikit. Oleh karena itu mau tidak mau kita harus mengupayakan ketersedian energi listrik, BBM,Elpiji dan energi Primer lain yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Ujar mantan Bupati Polman ini. 

 Diketahui bahwa Kuota penggunaan elpiji Provinsi Sulbar tahun 2017 mencapai 30 Metrik Ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tersebar di 6 Kabupaten dengan jumlah agen penyalur sebanyak 11 agen dan 600 pangkalan elpiji yang tersebar diseluruh kabupaten yang siap melayani masyarakat.
Sambung ABM bahwa sejumlah permasalahan ketersedian elpiji masih dirasakan oleh masyarakat beberapa waktu lalu menjelang Idul Fitri dan Idul Adha . Terjadi kelangkaan elpiji ditengah masyarakat . Hal ini dikarenakan budaya lokal dimana ibu-ibu rumahtangga menggunakan elpiji diluar dari kebiasaan . Disamping itu sejumlah oknum melakukan penimbunan atau menahan stok elpiji yang mengakibatkan harga elpiji mahal dan meresahkan masyarakat. Sehingga kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang melakukan penimbunan elpiji. Karena itu merupakan pelanggaran hukum dan masuk dalam kategori pidana, Tutup Abm yang dilanjutkan dengan Penyerahan Simbolis Plakat dan tabung Bright Gas 5,5 Kg dari Pertamina ke Pemerintah Sulbar dan pemberian piagam penghargaan kepada Gubernur Sulbar Dalam partisipasinya mendukung penggunaan LPG Non Subsidi dan mendorong penyaluran LPG 3 Kg Bersubsidi Tepat sasaran.   
 

Read 331 times
(0 votes)