09 Jun 2017

Gubernur Sulbar,Kapolda dan Danrem Tatag 142 Kunker Sekaligus Safari Ramadhan Di Mateng


 
Pemerintah Provinsi Sulbar beserta rombongan  melakukan kunjungan kerja sekaligus safari ramadhan  di Kabupaten Mateng pada hari Kamis tanggal 8 Juni 2017. Kunker Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar yang diikuti oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang, Danrem Tatag 142 Taroada Kolonel Inf. Taufiq Shobri,Dandim 1418 Mamuju Letkol Imran , Mabes Polri,Asisten I lingkup Sulbar dan para OPD dari lingkup Pemprov Sulbar serta dari instansi vertikal Provinsi Sulbar, disambut baik oleh Bupati Mateng Aras Tammauni di Kediamanannya di Tobadak I. Pada kunker Gubernur turut diundang para Camat dan kepala Desa se kabupaten Mateng, tokoh agama dan tokoh masyrakat dan media cetak dan elektronik.
Pada kesempatan tersebut, Ali Baal Masdar menyampaikan bahwa kehadirannya beserta rombongan merupakan kunjungan kerja yang pertama semenjak pasca dilantik tanggal 12 Mei 2017 di Istana Jakarta . Kunker ini sekaligus mengiringi nuansa dibulan ramadhan tentu merupakan ajang mempererat silaturahmi dengan jajaran pemrov Sulbar dan jajaran Pemerintah kabupaten Mateng yang juga sekaligus menyadarkan kita semua akan pentingnya kebersamaan dalam mengebdikan diri untuk masyarakat, tutur ABM.
"saya atas nama Pemprov Sulbar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak di Kabupaten Mateng dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada Gubernur dan Wagub pada tanggal 15 Februari 2017 yang berjalan dengan baik dan lancar"ujar mantan Bupati Polman dua periode ini. 
Ditambahkan pula bahwa 13 tahun Sulbar cukup banyak keberhasilan yang dicapai namun semuanya masih banyak hal yang perlu kita kejar agar Sulbar bisa berdiri sejajar denfan Provinsi Lain di Negera Kesatuan RI yang kita cintai ini.Capaian tersebut tentu dipengaruhi dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini tumbuh sebesar 7,38 persen. Untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, harus didorong dengan kemajuan baik ditingkat kabupaten dan kecamatan dan desa. Bagaimana agar satu desa bisa memiliki satu potensi atau produk yang bisa dikembangkan atau dihasilkan sehingga menjadi keunggulan didaerahnya, Ucapnya.
Disampaikan pula hal tersebut tentu akan mengubah atau menurunkan  tingkat kemiskinan yang saat ini sebesar 11,19 persen. Sehingga anggaran diharapkan agar lebih fokus pada upaya peningkatn kesejahteraan masyarakat terutama pengentasan kemiskinan. Begitu pula dengan tingkat pengangguran diharapkan bisa menurun yang sampai saat ini sebesar 2,96 persen. Maka dari itu kualitas tenaga kerja perlu ditingkatkan karena dengan data menunjukkan bahwa angkatan kerja kita tergolong rendah dimana 50,83 persen lebih angkatan kerja pendidikan SD Kebawah. Untuk itu menurut ABM upaya kedepan adalah bagaimana mencetak SDM yang berkualitas. Setiap Bupati bisa mencetak lulusan S3 sebanyak 5 orang atau S1 sebanyak 16 orang disetiap desa. Yang nantinya peningkatan tersebut bisa memberikan dampak yang positif bagi kemajuan kabupaten dalam hal SDM.
"pengangguran dapat kita turunkan dengan membuka kerjasama dengan pihak investor,agar lapangan kerja bisa terbuka. Apalagi mengingat di Mateng ini merupakan lumbung sawit yang besar, dimana mayoritas masyarakatnya adalah petani. Diharapkan bagaimana agar disetiap kabupaten bisa ada pabrik pengelolaan kelapa sawit yang mengelola menjadi minyak goreng dan itu dikerja oleh masyarakat yang ada di sini.
Begitu juga dengan Indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 62,60 persen masih berada dibawah IPM Nasional yang sebesar 70,18 persen dan kita semua punya kewajiban untuk meningkatkan kualitas di bidang pendidikan kesehatan dan ekonomi.
Selain itu ABM menambahkan bahwa SMA dan SMK saat ini telah berada di Pemrov dan menjadi tugas kita untuk peningkatan SDM dikalangan generasi penerus kita.
"Kedepan kita akan membuat sekolah unggulan disetiap kabupaten. Sekolah unggulan cukup satu saja di kabupaten, supaya kedepan anak-anak kita bisa bersaing dengan anak-anak dari daerah lain, tutur ABM. Pemerintah kabupaten harus cermat dalam melihat semuanya agar apa yang menjadi program kerja dapat tepat sasaran untuk masyarakat.
Sedangkan untuk infrastruktur juga memegang peran penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Kondisi jalan nasional Di Sulbar saat ini 86,68 persen kondisi mantap dan 13,32 persen kondisi rusak dengan total panjang sebesar 763,17 KM. Hal ini tentu akan kita dorong untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.Sedangkan untuk jalan Provinsi dengan panjang 349,67 KM dimana terdapat 21,10 persen dalam kondisi mantap,38,30 persen kondisi sedang dan 40,60 persen dalam kondisi rusak berat. Untuk itu fokus penanganan jalan Provinsi diharapkan agar lebih optimal dan dapat segera dituntaskan, Ungkap ABM. 
Sambungnya bahwa untuk pembagian kerja juga perlu dilakukan pembagian batas wilayah. "jika itu pekerjaan untuk Provinsi tentu harus dikerja oleh Provinsi atau pusat, jika wilayah itu kabupaten dan jaraknya sekian maka dikerja oleh kabupaten dan jika itu pekerjaan untuk desa maka dikerja oleh kepala desa. Ini perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih atau tabrakan. Sehingga jika jelas pembagian kerjanya dengan melihat batas wilayah maka diharapkan semua akan berjalan dengan baik, tutur ABM.
Singkronisasi dan sinergitas pembangunan dilakukan di lini trategis dan arah kebijakan baik ditingkat Provinsi maupun  Kabupaten dengan tujuan memiliki peningkatan kesejahteraan masyarakat. Begitu juga keamana dan ketertiban harus dijaga. Apalagi saat ini di Sulbar telah ada Kapolda dan dari TNI yang bersama-sama dengan pihak pemerintah untuk saling bekerjasama dalam memberikan keamanan untuk masyarakat di Sulbar.
Sesuai dengan visi dan misi kita maju dan malaqbi dimana aspek kesejahteraan masyarakat yaitu pendidikan dan kesehatan serta ekonomo masyarakat, kedua aspke tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional,ketiga aspek pengembangan infrastruktur daerah serta pengelolaan SDA yang optimal. Sedangkan Malaqbi dalam artian masyarakat malaqbi, berpengtahuan,berketerampilan,berbudaya dan religious. Alam dan lingkungannya Malaqbi yakni Alam terkelola dengan baik dan Profesioanl untuk kesejahteraan masyarakat. Malaqbi dalam membangun hubungan dunia luar dan provinsi lainnya. Membangun Jejaring yang kuat dan dihormati.   
Adapaun misinya adalah membangun SDM berkualitas dan berkepribadian dan berbudaya, melalui program strategis yaitu pemberian bantuan beasiswa bagi pelajar,perbaikan sarana dan prsarana sekolah, sekolah unggulan dan laboratorium lengkap satu disetiap kabupaten. Peningkatan kualitas guru serta mencetak tenaga - tenaga ahli melalui program Doktor di berbagai bidang keilmuan. Selain itu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan modern dan terpercaya. Dengan program prioritas Sulbar E Goverment dan Sulbar Zero Korupsi.       

Read 267 times Last modified on Selasa, 13 Jun 2017 09:05
(0 votes)