02 Jun 2017

ABM Rancang Sekolah Unggulan Berskala Internasional Setiap Kabupaten

Semenjak SMA dan SMK dialihkan ke Provinsi, maka pemerintah Sulbar terus saja melakukan pembenahan dan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait tentang pengembangan Dunia Pendidikan yang ada di Sulbar.  Mantan Bupati Polman dua periode ini, Ali Baal Masdar  didampingi Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin,ketua dewan pendidikan Sulbar, Ansar Nur Hasanuddin dan Dinas Pendidikan Sulbar  menggelar pertemuan dengan kepala sekolah se Provinsi Sulbar pada hari Kamis, 1 Juli 2017 dilantai III kantor Gubernur, guna membahas pengembangan mutu pendidikan yang berkualitas dan memberikan kenyamanan baik di tingkat siswa dan guru.

pertemuan ini ABM tentunya mengucapkan terima kasih terlebih dahulu atas kedatangan Kepala sekolah dari enam kabupetn Sulbar yang menyempatkan waktunya untuk melakukan pertemuan guna  berkoorinasi  sekaligus silaturahmi dalam bulan ramdahan ini. ABM meminta  melalui apat ini agar semua pihak bisa menyampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa pilkada telah usai dan kini gubernur sudah ada dan tentunya kita  semua bersaudara, mari kita mulai bekerja, satu untuk membangun Sulbar.

Kemudian dia menjelaskan  tentang kewenangan pemerintah sulbar tentang pengalihan SMA dan SMK, walaupun  saat ini masih dalam tahap gugatan di MK, namun menurutnya apapun hasilnya  yang jelas,  kita dituntut untuk memberikan perhatian dalam dunia pendidikan khususnya di Sulbar. Karena bagaimanapun Pendidikan adalah hak asasi manusia,termasuk kesehatan, dimana didalamnya  sesuai  visi dan misi, saya adalah masalah pendidikan.
Dimana terkait kewenangan yang ada diprovinsi saat ini juga merupakan ide saya dan teman-teman sewaktu rapat di Bali dengan bapak Presiden. waktu itu saya mengangkat tiga masalah  pendidikan yang ada di pemerintahan kabupaten/ kota. Masukan saya adalah, bagaimana pendidikan ini dibagi rata dan tanggungjawab dalam setiap jenjang pembina.

Kembali ABM menjelaskan bahwa  untuk SD, SMP adalah wewenang Bupati, SMA dan SMK wewenangnya Gubernur dan SI sampai S3 wewenangnya Presiden yang pada waktu itu SBY . Yang kedua usulan saya adalah membagi tanggungjawab Departemen.Karena sekarang diketahui setiap sekolah kita sudah kurang yang memberikan pengajaran tentang  agama baik kristen, maupun islam apalagi yang lain, Ujar ABM. Sehingga pada waktu itu, mengusulkan bagaimana tanggungjawab pusat untuk supaya tidak berebutan anggaran dan rekrutmen pegawainya juga jelas, kalau SMP itu ditangani departemen agama karena kita berbasis karekter dan berbudaya serta beragama.

Kemudian SMA sampai  SI ditangani oleh pendidikan dan kebudayaan dan pendidikan s2 dan S3 ditangani Menrisktek. Usulan ketiga adalah pemberian gizi kepada semua anak sekolah. "Bagaimana agar anak-anak diberikan gizi, minimal susu gratis tiap hari. Kita coba juga satu tahun walaupun tidak semua provinsi dapat dan itu pernah dilakukan,ungkap ABM.  Namun adanya kendala akhirnya tidak lagi berjalan.

Diungkapkan Ali Baal bahwa pengalihan SMA dan SMK ke Provinsi masih sengketa dan telah disampaikan ke bupati tentang apa alasannya tidak mau melepas SMA dan SMK.  Kalau hanya masalah pekerjaan, menurut saya silahkan dikerja. Biarkan Provinsi  melakukan perbaiki kurikum dan peningkatan kualitas pengajar. Namun apapun itu SMA dan SMK masih tanggungjawab Provinsi saat ini, Ucap Ali.

Hal senada  disampaikan pria yang berusia 57 tahun ini, bahwa masukan yang diberikan untuk kemajuan pendidikan  kedepan yaitu bagaimana agar kepala dinas Provinsi bisa memikirkan cara agar anak-anak mudah bersekolah,  mereka tidak pusing biaya sekolah dan mereka mendapat haknya serta bagaimana agar disekolah itu dapat nyaman  sehingga anak-anak betah disekolah  dan bagaimana agar gurunya dapat pintar dan sejahtera, yang pada hasilnya nanti pendidikan di Sulbar akan maju , harap ABM.
 
Selain itu, tentang  kurikulum. Kenapa standar Nasional dan Internasional itu harus ada sebagai pegangan kita dan acuan kita, sedangkan  yang terjadi saat ini tidak sesuai dengan harapan. Salah satu contoh rekrutmen  kepolsian , dimana  tidak ada yang satupun lolos dari  Sulbar, semua dibawah pada standar. Padahal kesempatan kita karena Wakapolri itu menentukan kepolsian. Namun tes yang masih dilakukan di Sulbar saja mereka  sudah tidak lolos.
" Sehingga timbul dipikiran saya , bagaimana mendirikan  sekolah unggulan disetiap kabupaten. Semua  akan direncanakan bahwa setiap kabupaten memiliki sekolah unggulan serta memiliki  guru-guru cerdas,kapasitasnya bagus serta kualitasnya,terangnya.

Ditambahkan juga tentang kurikulum,  jangan ujian dijadikan dasar kelulusan, bukan itu tolak ukur sebenanrnya. Yang diharapkan adalah  agar anak-anak itu rajin masuk sekolah, memiliki rasa nyaman dan betah belajar disekolah selama  tiga tahun.Hal lain yang bisa dilakukan untuk mendukung kualitas pendidikan untuk siswa adalah, pemberikan tugas tambahan, memberikan ujian harian,mingguan,bulanan dan persemester.   Maka dari nilai itu yang dijadikan akumulasi untuk dijadikan dasar agar mereka lulus, ucapnya.

yang diharapkan  pihak sekolah juga dapat berjalan proses belajar mengajar. Proses belajar mengjar juga bisa aplikasikan dan  dapat diaktualiisasikan. " Insya allah kalau ini  dapat dijalankan, walaupun awalnya berat namaun jika dilakukan seterusnya maka ini akan berdampak pada kualitas pendidikan di Sulbar, ungkap ABM.

Menyinggung terkait sekolah unggulan, tentu berdasarkan kesepakatan. Salah satu contoh  kita  buat sekolah unggulan berskala internasional  di Polman, dengan melihat aspek lahan yang luas, yang nantinya  dibangunkan asrama,  kalau bisa  makanannya ditanggung, sehingga mereka dengan mudah masuk untuk bersekolah. Begitu juga dengan Mamuju dan Majene, dimana disepakati bersama, yang penting ada sekolah unggulan di setiap kabupaten dan sekolah berstandar Internasional ada dan itulah patokan kita.

 Setelah menjelaskan tentang sarana dan prasara dan kurikulum, ABM juga mengharapkan bantuan  dewan pendidikan agar bisa berpikir untuk membantu pemerintah dengan  diskusi bersama pihak sekolah dan ini harus jalan terus dan jangan fakum, harus inovatif agar bisa maju. Pemerintah akan selalu memberikan perhatian dan kita akan usahakan.

"saya akan bertemu dengan bapak Presiden dalam waktu dekat ini dan saya akan utarakan semuanya, bahwa kita butuh perbaikan pendidikan dan Presiden saat ini ingin melihat adanya pembangunan  bukan hanya teori saja tetapi bukti.Dengan adanya diskusi seperti ini, menjadi masukan bagi kita semua tentang apa-apa saja yang akan kita lakukan untuk pendidikan agar bisa berkembang dan maju, Ujarnya.

Begitu juga dengan SMK, agar  guru-guru yang memiliki keahlian dan kerampilan  dibidangnya diberikan pelatihan kepada mereka, baik itu diSulsel atau di luar Jawa supaya mereka semakin berkembang Maka dari itu diperlukan juga adanya balai pelatihan. Agar mereka dapat diberikan pelatihan atau keterampilan tambahan.   Begitu juga agar ada dibentuk tim penilaian kepada guru yang berprestasi, dengan adanya penilaian, mereka dapat dikirim disekolah-sekolah unggulan, apakah dijawa atau di Luar  Negeri. Guru-guru yang berminat S3 bisa menambah peningkatan SDMnya  sehingga bisa menjadi dosen. "Insya allah pemerintah akan selalu memberikan dukungan untuk bisa meningkatkan SDM para pengajar bisa lebih baik. Apalagi kalau Melihat SDM di Sulbar juga tak kalah dengan daerah lain,  kita juga memiliki  Wakapolri dari Sulbar, Menteri, Dirjen dan Deputi dan mereka adalah dari Sulawesi Barat yang telah berhasil. Harapan agar Ren Generasi kedepan bisa lebih baik sehingga dibutuhkan generasi yang cerdas didukung dengan makanan yang sehat, agar melahirkan generasi yang cerdas dan berkualitas dan berakhlak, tutup ABM . 

Read 407 times Last modified on Jumat, 02 Jun 2017 13:51
(0 votes)