16 Mar 2017

Sekdis dan kebudayaan Sulbar Membuka Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran PPKN

Sekretasis Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Drs.Suhardi Mappeabang, M.Pd  menghadiri sekaligus membuka kegiatan musyawarah Guru mata pelajaran PPKN di ruang aula SMK Negri 1 Rangas yang turut di hadiri oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 rangas dan para guru PPKN se Kabupaten Mamuju pada  Kamis 16 Maret 2017.
Dalam sambutannya, Suardi menyampaikan bahwa  dunia pendidikan berada dalam konsep yang utama dan juga memiliki berbagai permasalahan. Sehingga bila seorang guru itu tidak berfikir,bagaimana melakukan inovasi di dalam dunia pendidikan,  maka tunggulah hasil pendidikan itu tidak dapat kita nilai untuk sebuah peningkatan, tuturnya.
"Apabila ingin dilihat hasil pendidikan yang kemarin maka lihatlah luar dampak dari pendidikan tersebut. Kalau ingin melihat pendidikan maka lihatlah pendidikan yang di lakukan hari ini, karena ada yang tiga hal disampaikan pada masa lampau, masa kemarin adalah sejarah, masa hari ini adalah milik kita dan masa esok adalah tantangan, Ujar Suardi.
Selain itu, dunia pendidikan diperlukan adanya pembaharuan, melalui pemikiran yang bijak, maka akan menghasilkan SDM. Potret pendidikan yang di lakukan oleh Dinas pendidikan Provinsi Sulawesi Barat menimal berdasarkan pada empat kerangka berfikir. Salah satu diantaranya adalah arah kebijakan pendidikan provinsi Sulawesi Barat dengan arahnya adalah meningkatkan akses pelayanan pendidikan menengah dalam rangka meningkatkan kualitasserta latar belakang  melakukan akselerasi peningkatan mutu pendidikan. Seketika arah pendidikan berada pada jalurnya maka akan menghasilkan mutu yang baikp  pula. Sulawesi Barat mencoba mengarahkan, memperkuat di berbagai upaya, baik itu di dorong dari pusat (kementrian) maupun di dorong dari Pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat. Menyinggung tentang pengelolaan sampai 4 miliyar bahkan 7 miliar, bahkan bidang ada yang menangani sampai 15 miliyar kemarin, tetapi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin karena di sebabkan karena beberapa hal, yang pertama terjadinya pemilu. Pemilu atau pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017, menyedot dana beratus ratus miliar, yang terapload ke KPU, Bawaslu dan keamanan. Kemudian peralihan SMK dan MA ke Provinsi, itu menjadi tanggung jawab berdasarkan UU No 3 2014 bahwa kewenangan Provinsi sudah mengambil alih SMA dan SMK. Maka pembanyaran gaji itu harus ditanggung oleh dana APBD.Dijelaskan Suardi tentang  jumlah guru kita sebanyak 2214 untuk tingkat SMA dan SMK tingkat Negeri , tentulah dana tersedot habis serta belum lagi jumlah PTT sebanyak 3839 orang dengan rata-rata gaji Rp. 1.200 ribu perbulan di kalikan 12 bulan, itu jumlahnya 55 Milyar rupiah. Sedangkan anggaran yang kita kelola  masih sangat minim.
Dengan adanya kegiatan ini, saya sangat mengapresiasi dan kiranya dapat mendorong SDM para guru khususnya pada peserta kegiatan ini. Mari kita bersama sama memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan. Dengan menjaga pendidikan serta menumbuhkan jiwa moral yang nantinya akan melahirkan para penerus bangsa yang berkualitas dan bermoral, tutup Suardi.     
                            

Read 328 times
(0 votes)