12 Feb 2017

Dinas PU dan Penataan Ruang Sulbar Ciptakan Tenaga Kontruksi Yang Handal dan Terampil

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat merupakan satu dinas  dulunya, kemudian sekarang ini dengan adanya PP yang baru,  Perumahan rakyat terpisah dari dinas PU yang tadinya satu bidang sekarang jadi Dinas. Jadi satu bidang keluar semua termasuk personilnya semua keluar bergabung di Dinas Perumahan dan Pemukiman Sulbar yang dikendalikan oleh Bebas Manggazali sebagai kadis disana,. Kemudian Dinas PU berubah nama menjadi Dinas PU dan penataan ruang. Hal ini dijelaskan kadis PU dan Penataan ruang Sulbar, Nasaruddin diruang kerjanya, Kamis (9/2) 2017.
Dijelaskan Nasaruddin tentang beberapa tugas bidang dan UPTD yang ada di Dinasnya. Sebagai Dinas yang telah lama di kendalikannya, bIdang  tersebut  terdiri dari bidang Bina Marga, bidang PSDA, bidang cipta karya, dan Bidang tata ruang dan bidang Jasa Kontruksi dan tiga UPTD yakni UPTD Sungai, UPTD Pengujian dan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan serta satu Sekretariat.

"semua bidang sama tupoksinya, seperti bidang cipta karya mengurusi bangunan gedung, masalah air bersih dan sanitasi dan masalah penataan bangunan, kalau PSDA mengurusi tentang irigasi, pembenahan abrasi pantai, kalau bidang bina marga fokus pada pembangunan saja. Sedangkan kalau UPTD sungai tentunya mengurusi hulu sungai, kalau UPTD pemeliharaan jalan tentu mengurusi pemeliharaan jalan dan jembatan dan UPTD pengujian mengurusi menyangkut masalah uji material yang akan digunakan kontruksi dan pemeliharaan, jelasnya.Nasruddin mengutarakan tentang adanya satu bidang baru yang masuk di Dinas PU Dan Penataan ruang, yaitu bidang yang berkaitan dengan masalah pembinaan jasa kontruksi yang bertanggungjawab tentang kualitas tenaga kontruksi."jadi bidang jasa kontruksi yang merupakan salah satu program inti kami di tahun 2017, yang dimana banyak kegiatan pelatihan yang akan dilatih berkaitan tentang  tenaga kontruki.  Pelatihan tersebut diberikan terhadap pengusaha, melatih staf staf mulai dari tukangnya,mandornya,tukang batu dan tukang kayu. Karna banyak pengusaha atau kontraktor yang tidak memiliki tenaga teknis yang ahli. Hanya nama saja,ijasah saja dalam perusahaannya, nah tu yang akan kita benahi untuk tenaga teknis yang ahli dibidang kontruksi, "ungkapnya. 


Nasaruddin mengambil contoh tentang bangunan yang sifatnya menumental salah satunya pembangunan rumah sakit yang sementara dalam tahap pembangunan. Itu tenaga bangunannya bukan tenaga dari sulbar, tetapi tenaga mereka pakai dari jawa yang sudah ahli. Kedepan yang kami mau kedepan tidak seperti itu lagi, jadi semua tenaga tenaga terampil dan ahli bisa dari daerah kita,ujar Nas. Maka dari itu tugas dari bidang jasa kontruksilah yang memiliki tugas untuk melatih mereka para tenaga teknis kontruksi dan pelatihan tersebut mereka akan diberikan sertifikat, pengakuan bahwa mereka sudah layak. Terkait tentang jalan arteri yang telah dipantau Gubernur kita, ketelibatan dinas PU dan Penataan ruang Sulbar hanya sebatas koordinasi saja dan bisa kami jelaskan kepada pak gubernur meskipun tidak secara detail tetapi secara umum saja. Pekerjaan jalan arteri diperkirakan akan rampung dan louncing pada bulan Agustus,Ucap Nas.

Menyinggung tentang  potret penataan kota yang ada di Sulbar khususnya di Kabupaten Mamuju sebagai ibukota Provisi Sulbar, saat ini menurut Nasruddin sudah berada pada rawan kemacetan, melihat jika waktu jam kantor dipagi hari dan saat pulang kantor pada sore hari, terlihat kemacetan sepanjang jalan kantor gubernur ke simboro. " inilah salah satu jalan alternatif mengurangi kemacetan dengan adanya jalan arteri yang nantinya akan mengurangi kemacetan di seputar kantor gubernur dan jalan arteri dapat difungsikan sekitar akhir tahun dan akan terasa manfaat untuk masyarakat dengan adanya arteri ini,imbuhnya. Bukan hanya jalan arteri yang menjadi prioritas di dinas pu dan penataan ruang., termasuk pembangunan rumah sakit juga diperkirakan akan rampung pada akhir tahun dan ini juga salah satu proyek yang dirancang oleh mantan gubernur
pertama kita yakni bapak Anwar Adnan Saleh yang diharapkan bisa memberikan aspek manfaat kepada masyaraka Sulbar. Selain kedua proyek tersebut, prioritas kami juga adalah pembangunan kantor lingkup pemprov, yang saat ini masih banyak SKPD yang belum memiliki kantor sendiri dan masih ada satu kantor  terdapat tiga atau dua skpd didalamnya,ujar mantan kadis PU Buton  Provinsi Kendari ini. Untuk itu ditahun 2017 telah kami sampaikan kepada Pj gubernur sulbar terkait program ini dan penyampaian Pj gubernur kepada kami terkait program yang dianggap tidak terlalu bermanfaat, agar kiranya bisa dialihkan saja ke pembangunan gedung kantor untuk SKPD yang belum memiliki kantor  ujar Nas.

Read 883 times Last modified on Selasa, 14 Maret 2017 23:31
(0 votes)